Jimmy's Zone
Selasa, 30 November 2010
Jimmy's Zone: Benarkah Indonesia adalah Atlantis, Benua yang Hil...
Jimmy's Zone: Benarkah Indonesia adalah Atlantis, Benua yang Hil...: "Legenda yang berkisah tentang “Atlantis”, pertama kali ditemui dalam karangan filsafat Yunani kuno: Dua buah catatan dialog Plato (427-347..."
Jimmy's Zone: Apa hidup ini lebih baik dari mimpi??
Jimmy's Zone: Apa hidup ini lebih baik dari mimpi??: "apa yaa?! Suatu saat di ruang tamu ada dua orang anak manusia, seorang lelaki dan wanita, yang satu berperan sebagai adik dan satu lagi seba..."
Sabtu, 27 November 2010
Benarkah Indonesia adalah Atlantis, Benua yang Hilang?
Legenda yang berkisah tentang “Atlantis”, pertama kali ditemui dalam karangan filsafat Yunani kuno: Dua buah catatan dialog Plato (427-347 SM) yakni: buku Critias dan Timaeus. Pada buku Timaeus, Plato berkisah: Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis.
Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut. Negara besar yang mempunyai peradaban tinggi itupun lenyap dalam semalam. Satu bagian dalam dialog buku Critias, tercatat kisah Atlantis yang dikisahkan oleh adik sepupu Critias. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog.
Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon ( 639-559 SM). Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis. Catatan dalam dialog, secara garis besar seperti berikut ini:
Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya: istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertakhtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang.
Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.
Atlantis digambarkan sebagai peradaban dengan tingkat kemajuan teknologi yang tinggi. Konon, Pesawat Terbang, Pendingin ruangan, batu baterai, dll telah ada pada masa itu. Menurut perhitungan versi Plato, waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.
Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.
Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Bukti2 arkeologi……
*Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
*Awal tahun ‘70-an, sekelompok peneliti telah tiba di sekitar kepulauan Yasuel, Samudera Atlantik. Mereka telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?
*Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia! Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?
*Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.
Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?
*Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan: “Mutlak percaya, yang kami temukan adalah Benua Atlantik! Sama persis seperti yang dilukiskan Plato!” Benarkah itu?
Yang disayangkan, piramida dasar laut segitiga Bermuda, berhasil diselidiki dari atas permukaan laut dengan menggunakan instrumen canggih, hingga kini belum ada seorang pun ilmuwan dapat memastikan apakah sebuah bangunan yang benar-benar dibangun oleh tenaga manusia, sebab mungkin saja sebuah puncak gunung bawah air yang berbentuk limas.
Foto peninggalan bangunan kuno di dasar laut yang diambil tim ekspedisi Rusia, juga tidak dapat membuktikan di sana adalah bekas tempat kerajaan Atlantis. Setelah itu ada tim ekspedisi menyelam ke dasar samudera jalan batu di dasar lautan Atlantik Pulau Bimini, mengambil sampel “jalan batu” dan dilakukan penelitian laboratorium serta dianalisa. Hasilnya menunjukkan, bahwa jalan batu ini umurnya belum mencapai 10.000 tahun. Jika jalan ini dibuat oleh bangsa kerajaan Atlantis, setidak-tidaknya tidak kurang dari 10.000 tahun.
Mengenai foto yang ditunjukkan kedua kelasi Norwegia itu, hingga kini pun tidak dapat membuktikan apa-apa. Satu-satunya kesimpulan tepat yang dapat diperoleh adalah benar ada sebuah daratan yang karam di dasar laut Atlantik. Jika memang benar di atas laut Atlantik pernah ada kerajaan Atlantis, dan kerajaan Atlantis memang benar tenggelam di dasar laut Atlantik, maka di dasar laut Atlantik pasti dapat ditemukan bekas-bekasnya. Hingga saat ini, kerajaan Atlantis tetap merupakan sebuah misteri sepanjang masa.
Pernah sekitar thn 2003 lalu, nonton acara di Metro TV yang judulnya Ultimate 10, pada saat itu membahas 10 Tempat Paling Misterius di Dunia, dan ternyata Atlantis duduk pada urutan pertama di atas Misteri Segitiga Bermuda dan Danau Loch. Dari situ aku baru tahu, klo Atlantis memang Tempat Misterius nombor satu yang membuat orang-orang di dunia penasaran setengah mati. Pada saat penayangan Atlantis, diputar sebuah film dokumenteri mengenai pelacakan benua yang hilang tersebut oleh para tim arkeolog.
Dan benar, dari apa yang aku saksikan didasar laut perairan dangkal Karibia ditemukan semacam jalan setapak yang sangat panjang dengan struktur yang sangat modern. Selain itu, diperairan tsb juga ditemukan semacam bekas-bekas bangunan yang telah hancur! benarkah benua Atlantis itu pernah ada sebelumnya??
Jual Sandal Nama @ http://SandalNama.JawaraShop.com
==================================================
LEMURIA
SELAIN Atlantis, ternyata masih ada peradaban serupa yang diduga mengalami nasib yang sama dengan Atlantis. Lemuria atau Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75.000 SM – 11.000 SM.
Jika dilihat dari periode itu, Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya. Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat diperoleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.
Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).
Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh-lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.
Hingga saat ini, letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi, namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).
Banyak arkeolog mempercayai bahwa Easter Island atau Pulau Paskah yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria. Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.
Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap di pulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.
Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis, memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam.
Faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli atau ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka. Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi, bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.
Edgar Cayce, seorang spiritualis Amerika melalui ilmu cenayangnya berkali-kali mengungkapkan hal yang sama. Kuil-kuil Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah kristal generator raksasa yang dikelilingi kristal-kristal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan.
Banyak info mengenai Atlantis dan Lemuria diperoleh dengan men-channel kristal-kristal ‘old soul’ yang pernah digunakan pada kedua jaman ini. Beberapa monumen batu misterius berhasil ditemukan di bawah perairan Yonaguni, Jepang. Mungkinkah monumen-monumen itu merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?
Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik, teknologi dan gemar berperang, bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi, sangat damai dan bermoral. Menurut Edgar Cayce, munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa di dunia, diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.
Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik, invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan. Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian, mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean, sehingga dalam sekejap, Lemuria pun jatuh ke tangan Atlantis. Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak, ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi, mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades).
Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalkan bumi untuk menetap di planet lain ini sedikit tidak masuk akal, tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju, penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan di jauh-jauh hari.
Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini, belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan. Dari sekelumit kisah yang diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean, namun karena peranglah yang membuat sebagian dari mereka berguguran.
Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis, otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean, sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya, termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.
Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com
==================================================
Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.
MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?
Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com
Konteks Indonesia
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair.
Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Portugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.
Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein dan Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki.
Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis
Jadi Sebenarnya Indonesia adalah wilayah ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya
Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Sumber : Theyoss
Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut. Negara besar yang mempunyai peradaban tinggi itupun lenyap dalam semalam. Satu bagian dalam dialog buku Critias, tercatat kisah Atlantis yang dikisahkan oleh adik sepupu Critias. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog.
Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon ( 639-559 SM). Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis. Catatan dalam dialog, secara garis besar seperti berikut ini:
Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya: istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertakhtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang.
Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.
Atlantis digambarkan sebagai peradaban dengan tingkat kemajuan teknologi yang tinggi. Konon, Pesawat Terbang, Pendingin ruangan, batu baterai, dll telah ada pada masa itu. Menurut perhitungan versi Plato, waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.
Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.
Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Bukti2 arkeologi……
*Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
*Awal tahun ‘70-an, sekelompok peneliti telah tiba di sekitar kepulauan Yasuel, Samudera Atlantik. Mereka telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?
*Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia! Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?
*Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.
Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?
*Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan: “Mutlak percaya, yang kami temukan adalah Benua Atlantik! Sama persis seperti yang dilukiskan Plato!” Benarkah itu?
Yang disayangkan, piramida dasar laut segitiga Bermuda, berhasil diselidiki dari atas permukaan laut dengan menggunakan instrumen canggih, hingga kini belum ada seorang pun ilmuwan dapat memastikan apakah sebuah bangunan yang benar-benar dibangun oleh tenaga manusia, sebab mungkin saja sebuah puncak gunung bawah air yang berbentuk limas.
Foto peninggalan bangunan kuno di dasar laut yang diambil tim ekspedisi Rusia, juga tidak dapat membuktikan di sana adalah bekas tempat kerajaan Atlantis. Setelah itu ada tim ekspedisi menyelam ke dasar samudera jalan batu di dasar lautan Atlantik Pulau Bimini, mengambil sampel “jalan batu” dan dilakukan penelitian laboratorium serta dianalisa. Hasilnya menunjukkan, bahwa jalan batu ini umurnya belum mencapai 10.000 tahun. Jika jalan ini dibuat oleh bangsa kerajaan Atlantis, setidak-tidaknya tidak kurang dari 10.000 tahun.
Mengenai foto yang ditunjukkan kedua kelasi Norwegia itu, hingga kini pun tidak dapat membuktikan apa-apa. Satu-satunya kesimpulan tepat yang dapat diperoleh adalah benar ada sebuah daratan yang karam di dasar laut Atlantik. Jika memang benar di atas laut Atlantik pernah ada kerajaan Atlantis, dan kerajaan Atlantis memang benar tenggelam di dasar laut Atlantik, maka di dasar laut Atlantik pasti dapat ditemukan bekas-bekasnya. Hingga saat ini, kerajaan Atlantis tetap merupakan sebuah misteri sepanjang masa.
Pernah sekitar thn 2003 lalu, nonton acara di Metro TV yang judulnya Ultimate 10, pada saat itu membahas 10 Tempat Paling Misterius di Dunia, dan ternyata Atlantis duduk pada urutan pertama di atas Misteri Segitiga Bermuda dan Danau Loch. Dari situ aku baru tahu, klo Atlantis memang Tempat Misterius nombor satu yang membuat orang-orang di dunia penasaran setengah mati. Pada saat penayangan Atlantis, diputar sebuah film dokumenteri mengenai pelacakan benua yang hilang tersebut oleh para tim arkeolog.
Dan benar, dari apa yang aku saksikan didasar laut perairan dangkal Karibia ditemukan semacam jalan setapak yang sangat panjang dengan struktur yang sangat modern. Selain itu, diperairan tsb juga ditemukan semacam bekas-bekas bangunan yang telah hancur! benarkah benua Atlantis itu pernah ada sebelumnya??
Jual Sandal Nama @ http://SandalNama.JawaraShop.com
==================================================
LEMURIA
SELAIN Atlantis, ternyata masih ada peradaban serupa yang diduga mengalami nasib yang sama dengan Atlantis. Lemuria atau Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75.000 SM – 11.000 SM.
Jika dilihat dari periode itu, Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya. Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat diperoleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.
Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).
Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh-lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.
Hingga saat ini, letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi, namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).
Banyak arkeolog mempercayai bahwa Easter Island atau Pulau Paskah yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria. Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.
Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap di pulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.
Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis, memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam.
Faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli atau ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka. Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi, bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.
Edgar Cayce, seorang spiritualis Amerika melalui ilmu cenayangnya berkali-kali mengungkapkan hal yang sama. Kuil-kuil Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah kristal generator raksasa yang dikelilingi kristal-kristal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan.
Banyak info mengenai Atlantis dan Lemuria diperoleh dengan men-channel kristal-kristal ‘old soul’ yang pernah digunakan pada kedua jaman ini. Beberapa monumen batu misterius berhasil ditemukan di bawah perairan Yonaguni, Jepang. Mungkinkah monumen-monumen itu merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?
Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik, teknologi dan gemar berperang, bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi, sangat damai dan bermoral. Menurut Edgar Cayce, munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa di dunia, diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.
Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik, invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan. Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian, mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean, sehingga dalam sekejap, Lemuria pun jatuh ke tangan Atlantis. Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak, ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi, mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades).
Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalkan bumi untuk menetap di planet lain ini sedikit tidak masuk akal, tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju, penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan di jauh-jauh hari.
Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini, belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan. Dari sekelumit kisah yang diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean, namun karena peranglah yang membuat sebagian dari mereka berguguran.
Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis, otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean, sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya, termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.
Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com
==================================================
Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.
MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?
Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com
Konteks Indonesia
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair.
Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Portugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.
Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein dan Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki.
Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis
Jadi Sebenarnya Indonesia adalah wilayah ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya
Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Sumber : Theyoss
Kamis, 25 November 2010
Apa hidup ini lebih baik dari mimpi??
apa yaa?!
Suatu saat di ruang tamu ada dua orang anak manusia,
seorang lelaki dan wanita, yang satu berperan sebagai adik
dan satu lagi sebagai kakak.
Ketika itu kakak dari adiknya, sedang duduk di kursi
bertemankan laptop berlayar mini [alias Netbook]. Ia meminta
adiknya untuk mengambilkan sebuah buku.
“Dik, tolong ambilkan buku Apa Yaa!” ujar kakaknya itu.
Adiknya yang lagi menyender di dekat lemari buku pun
menjawab.
“Iya Kak, buku apa Kak?” seraya bertanya balik.
“Buku Apa Yaa!!”
“Buku apaa??”
“Apa Yaa!!”
“Yaa apa Kak, apa??!” sedikit geram.
“Apa Yaa!!”
“Jiah, apa judulnya Kak??”
“Buku yang judulnya itu ‘Apa Yaa?!’, ada nggak?”
“Yaaelahh... judulnya Apa Yaa, bentar Kak..”
Si Adik menghampiri kakaknya seraya berkata.
“Inih Kak bukunya. Judul buku kok Apa Yaa, anehh.. bikin
bingung aja ihh..”
“Kamu ini ada da ajah, makasih adikku..”
“Iyaa Kak..”
Ia lantas membukanya, menuju halaman pertama lalu
mulai membacanya.
-¤¤-¤¤-
Beginilah isi dari buku yang dibacanya..
Silakan baca saja, semoga berguna yaa..!!
1
dzyemtri.muharram@gmail.com
-¤¤-¤¤-
Ini malam hari, malam yang sunyi terbalut sepi, awan
pun menghitam, hujan tak kunjung mereda. Pantas sajalah
semua orang tertidur pulas dengan mimpinya sendiri-sendiri
di atas kasur empuk dan pelukan selimut lembut. Tetapi tidak
untuk pemuda ini. Dia hanya terdiam, mata tak terpejam
walau kantuk sesekali menghampiri. Terdiam, melamun,
merenung, memikirkan dan mengharapkan, itulah yang ia
lakukan di malam sunyi.
Dengan tembok sebagai sandarannya, ia membisu
sejenak, lantas menulis di secarik kertas, “Cukupkah bertaubat
hanya dengan berucap istighfar, Astaghfirullah.. Sedang jiwa
raga tak kuasa terus melakukan dosa yang sama..?!”
“...”
Kemudian ucapan keluar.
“... Ku hanya ingin bertobat... Bertobaat...!!”
Ucapan itu memecah kesunyian kamar dimana yang
lainnya tertidur pulas.
“Ya Allah, apa yang mesti kuperbuat, diriku memang
kerap tersesat, banyak lakukan maksiat, juga sering
tinggalkan shalat, namun malangnya diriku tak pandai tuk
bertaubat. Ya Allah, kumemohon padaMu ampuni dosaku.
Engkau Maha Penerima Taubat, ... terimalah taubatku,”
lirihnya.
Air mata meluncur tak terasa menghujani sebuah buku.
Ia usap air mata yang membasahi pipi, juga yang menetesi
buku yang digenggamnya. Buku yang hendak kan ia berikan
pada keponakannya itu menjadi saksi bisu suasana hatinya
saat itu.
“Mungkin buku ini akan cocok untukmu, anak cilik,” kata
hatinya sambil terus mengelus-elus cover buku yang berjudul
‘Belajar Mencintai Rasulullah’ yang dipegangnya itu.
2
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Gue, aku, saya, diriku.. haruslah berubah jadi orang
yang lebih baik, ku kan coba gunakan sisa hidup ini. Ku tak
ingin terus dibelenggu nafsu-nafsu tak menentu waktu.
Keponakanku tak boleh sepertiku, meniru kejelekanku, atau
siapa pun itu tak boleh seperti diriku.” Hatinya terus berkata
tanpa jeda dan berharap tanpa henti.
Tiba-tiba saja ia tuliskan sebuah kata ‘mimpi’, sambil
melihat teman-temannya yang sedang tertidur. Ia tuliskan
kembali sederet kalimat “Ketika kita dilahirkan dan kita pun
bermimpi, lalu terbangun dari mimpi itu. Apakah hidup kita kan
lebih baik dari mimpi?!” Kemudian ia goreskan sebuah garis
melengkung yang diakhirinya dengan sebuah titik tepat di
bawah garis itu, hingga membentuk sebuah tanda tanya
besar. Walau ia tak ingin cepat-cepat tidur, namun rasanya
kantuk yang datang menghampiri tak tertahankan lagi. Jam
dinding kamar sudah menunjukkan pukul 2 pagi lebih. Ia pun
terlelap tidur bersama harapannya dengan buku tetap
digenggam dipelukannya, buku yang hendak kan ia berikan
pada keponakannya itu. Dan mimpi pun hadir temani tidur
lelapnya, sama seperti manusia lainnya.
-¤¤-¤¤-
Mimpi apa dia ?? Taukah kamu?!
Kalau nggak tau, yuk kita masuki saja awan mimpinya.
Kalo ditulis kira-kira begini ceritanya ...
Let’s read..!!!
-¤¤-¤¤-
Tak.. tik.. tik.. tek.. tek tek tek tek tek tekkekeekkkk..
Bunyi tuts keyboard terdengar jelas dihentakkkan seorang
mahasiswa perguruan tinggi jakarta, di siang yang panas.
3
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Kok masih gak bener-bener sih?!,” katanya sambil
menggaruk-garuk kepala, memandangi PC rakitan yang sering
ia utak-atik sana sini.
Tak ada gelak tawa sang adik lagi di rumah itu, orang
tuanya di luar kota bersama si adik, jadi pantas sajalah bunyi
keyboard terdengar jelas memantul dari dinding ke dinding.
Sunyi sepi bagai tak berpenghuni, orang tua pergi tak
ada di rumah lagi [ngurusin bisnisss katanya]. Tapi untunglah
ada Mang Dadang dan Mpo Aminah yang dimintai tolong oleh
orang tuanya tuk tinggal menemaninya. Sejak sebulan yang
lalu.
“Mang kalo ada teman yang ke sini cari saya, bilangin aja
pergi ke warnet sebentar, tunggu aja suruh masuk,” pesannya
pada Mang Dadang yang sudah seperti keluarga.
“Iyaa.. nanti mang sampaikan. Tidak pakai motor
perginya?” kata Mang Dadang yang sedang membenahi
halaman.
“Nggak ah, deket kok.. Kalo gitu saya pergi dulu.
Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh..”
jawab si Mang.
Saking tergesa-gesanya, ia sampai lupa kencangkan tali
sepatu. Ia pun duduk berjongkok kembali.
“Kenapa Den Rama?” tanya Mang Dadang.
“Akh gak apa-apa,” jawabnya.
Tali sepatu telah terikat kencang temani langkah kakinya.
Dengan tas di pundaknya ia pun pergi ke warnet yang
lumayan tak sebegitu jauh dari rumahnya.
Ia berjalan dengan sedikit berlari [ingin cepat sampai
kayaknya]. Tanpa disadari, ia pun menubruk anak SD yang
baru pulang sekolah. Kaki anak itu membentur batu dan kerikil
tajam yang berserakan, lukalah kakinya.
“Duh.. maaf dek, ga apa-apa?? Wah berdarah.., ke
rumah sakit ya?” tanyanya dengan hati yang agak kaget
bercampur panik.
“Nggak apa-apa kok, kak. Cuman luka dikit,” ucap si adik.
4
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Siapa nama adik?”
“Aldy,” jawab siswa Sekolah Dasar itu singkat.
“Dik Aldy beneran gak mau ke rumah sakit? Kan berdarah
tuh.”
“Gak ahh. Kak bisa antar ke rumah saja..?” pinta si adik
yang enggan dibawa ke rumah sakit.
“Rumahnya di mana?” tanya Rama.
“Deket kok dari sini,” jawab salah seorang teman si adik.
Aldy terus saja meniup lukanya itu, yang mulai terasa
perih.
Ia urungkan niat buat ke warnet, ada sesuatu yang harus
ia lakukan sekarang, mengantar Aldy ke rumahnya. Tak lama,
ia pun nyampe juga di depan pintu rumah Aldy.
“Oh di sini rumahnya ya? Ini tu deket dari rumah kakak
dong,” ucap Rama sedikit menghiburnya.
Bel dibunyikan, tett.. teet.. teettt..
“Assalamu’alaikum.” Saat itu juga terbukalah pintu itu
dibukakan oleh seorang wanita yang heuuh.. cute abiz dah,
begitu indah dipandang. Sepertinya ia terpesona melihatnya.
“Kakak..” ucap si adik menyapa kakak perempuannya
yang satu-satunya.
“Mmm, ternyata itu kakaknya yaa..” gumam hati Rama.
“Ada apa yaa?!” tanya Aisycha, nama wanita itu.
“Oh.. ini adik ini tadi terjatuh karena saya. Maaf,” jawab
Rama.
“Bukan salah kakak juga kok, adik juga lari-lari nggak
liat-liat,” Aldy membela kak Rama, takut kakaknya marah.
“Kak masuk dulu,” ajak Aldy.
“Iya mari masuk dulu,” tambah Aisycha.
Dipersilakanlah duduk dan disuguhi munuman.
Sambil membersihkan luka kaki adiknya, Aisycha
memperkenalkan diri.
“Mm.. kenalkan, aku Aisycha, kakaknya Aldy.”
“Aku Rama,” jawabnya singkat, bingung mau ngomong
apa.
5
dzyemtri.muharram@gmail.com
“... Kamu baru di sini yaa?”
“Iyaa, pindahan dari Bandung, baru kemarin lusa tinggal
di sini.”
“Ohh.. pantesan nggak pernah lihat kamu sebelumnya di
komplek ini,” ucap Rama mencoba tuk akrab.
Aisycha membersihkan luka adiknya sambil ngobrol sanasini
dengan Rama.
“Nama lengkapnya apa?” tanya Aisycha.
“Hmm.. Zikr Ramadhan.”
“Enaknya dipanggil apa yaa?”
“Terserah kamu aja mau panggil apa.”
“Kalo dipanggil Zik, gimana?”
Ia, Rama teringat akan orang tua dan adik-adiknya yang
selalu memanggilnya Zik.
“Iyah.. gak apa-pa,” jawab Rama sambil tersenyum.
“Mmm.. ternyata ada satu lagi yang panggil aku dengan
Zik.” Rama kangen juga dengan nama panggilan itu.
“Kalo kamu?!” tanya Rama.
“Aku, Aisycha Citra Ramadhan. Nama belakangnya sama
tuh.”
“Lahirnya bulan Ramadhan juga?” tanya Rama.
“Ah nggak, itu dari nama ayahku, Muhammad Hijri
Ramadhan.”
“Ooo.. kirain..” Rama mengangguk-anggukkan kepalanya
tanda mengerti.
Tiba-tiba saja, “Kak.. Kakak.. Udah kak, udah bersih
lukanya,” kata Aldy.
“Ehh.. udah yaa.” Aisycha yang keasyikan ngobrol baru
menyadarinya.
“Sakit dek?” tanya Rama.
“Nggak dong kan aku jagoan,” jawab si adik yang
langsung pergi bermain game di komputer.
“Dia mah bandell,” celoteh Aisycha.
“Namanya juga anak-anak,” tambah Rama.
“Diminum airnya dong..!”
“Makasih..”
6
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Seger nih siang-siang minum,” ucap Rama yang
memang dari tadi kehausan namun jaim-jaim dikit.
Gelas disimpan kembali di atas meja, Rama mulai lagi
bicara.
“... Tadi, si adik tu mau aku bawa ke rumah sakit, eh gak
mau, malah minta dianterin ke rumah saja.”
“Ke rumah sakit?! Dia mah takut banget kalo diajakin ke
sana.”
“Mungkin takut jarum suntik yaa?”
Aisycha hanya tersenyum mengangguk mengiyakan.
“Ee iya, mau tanya. Sekolahnya di mana?” tanya Aisycha.
“Aku udah kuliah, di Universitas tak terlalu jauh kok dari
sini. Ambil jurusan teknik komputer. Baru semester tiga.”
“Kuliahan yaa.. kalo aku mah di SMA itu tuh yang deket
jalan ke mal. Baru kemarin masuknya juga.”
“... Sekolah itu, aku dulu SMA-nya di sana juga lho.
Sekarang kelas berapa, Cha?”
“Kelas XII, Kak.” Aisycha mulai memanggilnya dengan
tambahan Kak.
Tiba-tiba saja obrolan mereka terganggu oleh dering
ponsel Rama. Ternyata ada SMS masuk.
“Mmm..”
“Yaa..” ucap Aisycha.
“... Aku mesti cabut dulu ni, anak pada nungguin.”
“Anak?!” Aisycha heran. Ia pun bertanya kembali.
“Kakak udah nikah?”
“Ough.. nggak, maksudnya temen-temen,” dengan nada
sedikit malu dikatain udah nikah. Hadduuhhh.
“Mmmh gitu..”
“Ya udah, aku pamit dulu. Cepet baikan aja ya Dik..!”
Sambil mengelus-elus rambut Aldy yang asyik bermain game.
“Yaa, Kak Rama..”
Diantralah Rama sampai ke teras depan.
“Kak sering-sering maen ke sini yaa..!” kata si adik Aldy.
7
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Yaa Insya Allah. Yuk Assalamu’alaikum,” ucap Rama
yang terus melangkahkan kaki menuju keluar gerbang pagar
rumah Aisycha.
“Wa’alaikumsalam,” jawab kakak adik itu.
-¤¤¤-
“Yeah, udah pukul 13.45 lagi. Mana bisa ke warnet,
Shalat Dzuhur belum, temen-temen pada nungguin lagi,
mendingan ke mesjid dulu lahh,” gumam hati Rama. Tak
membuang waktu lama, ia langsung saja menuju mushola
yang tak jauh dari rumah Aisycha.
Sesampai di tempat wudhu, Rama bertemu dengan
seseorang, seumuran sama ayahnya gitu. Yang hendak
berwudhu sama dengan dirinya.
“Pak Dzuhur-nya bareng ya,” sapa Rama.
“Iyaa,” jawab Bapak itu sebelum berwudhu.
Sholatlah mereka berjamaah.
Seusai sholat, berdo’a dan keluar dari mushola, bapak itu
mencoba untuk berkenalan dengan Rama.
“Kalau boleh tau siapa nama Anda siapa yaa?” tanyanya.
“Oh, saya Rama, Om. Kalo Om?” jawab Rama yang
langsung menanya balik.
“Kalau Om biasa dipanggil Iji. Panggil aja Iji.”
“... Om Iji.”
Perbincangan singkat mereka terhenti seiring yang satu
hendak pergi kerja, yang satu lagi pergi karena ditungguin
teman-temannya.
-¤¤¤-
Kini, Rama sampai juga di depan rumahnya. Ia disambut
teman-temannya yang sedari tadi menunggunya.
“Tuh.. dia datang juga akhirnya!!” sahut Ahmad.
8
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Kemana aja Loe, kok lama banget. Katanya cuma
bentar..!!” celoteh Refly.
“Iyah..” tambah Zaky yang lagi dengerin musik di ipod
kesayangannya.
Rama hanya tersenyum menaggapi pertanyaan temantemannya,
seraya menanyakan temannya satu lagi.
“Satu lagi kemana neh? Gak keliatan..”
“Ituu.. Ttuuuhh..!” Refly menunjuk tepat menuju teman
satunya yang tampak asyik memotong rumput, iseng bantuin
Mang Dadang, juga tanya-tanya tentang tanaman dan
perawatannya juga.
“Woy.. gi ngapaeen Loe?!” Rusak taneman gue!” teriak
Rama penuh canda tawa.
“Eeh ngapain aja Loe, gue tunggu dari tadi, ampe gue
bela-belain jadi asisten Mang Dadang segala,” kata Deni
sambil melangkah menuju Rama dan teman lainnya.
“Napa sih lama benerr?” tambah Deni lagi.
“Jadi gini, gue kan ceritanya tu mau upload file ke warnet
sana. Ehh.. di perjalanan gue tak sengaja nubruk anak SD
yang baru pulang sekolah, kakinya berdarah man.. Yaa gue
gak bisa gitu aja ninggalin tu anak, ya kan?”
“Iyaa..” jawab temannya serempak, seuriuzz banget
dengerin Rama.
“Karena itu, gak jadi deh ke warnetnya.. teruss..”
Pembicaraannya terpotong.
“Kenapa gak di rumah aja brur,” kata Ahmad.
“Di rumah bosen, lagian komputer gue kan bermasalah.”
“Napa gak pake laptop, loe kan punya?” ucap Deni.
“Kan loe pinjem buat bikin tugas kuliah. Gimana seey..”
“Ohh Iyaa, di kosan gue, belom gue balikin yaa, hehee..”
ucap Deni lagi.
“Eh, bentar.. flashdisk gue mana yaa?! Yah gak ada.”
Rama melihat-lihat tasnya dan meraba-raba kantung
celananya, siapa tahu aja ada.
“Waduh, jangan-jangan jatuh lagi. Waahh.. parah nih
kalo gini..” tambahnya lagi.
9
dzyemtri.muharram@gmail.com
“File backup-an nya ada di komputer loe juga kan?” tanya
Refly jadi ikutan bingung.
“Oh.. di laptop gue ada..”
“Syukurlah.. Kalo masih ada mah,” kata Ahmad.
“Tapi lom final kalo yang itu,” ucap Rama kembali.
“Loe perlu upload file-nya sekarang? Biar gue ambil
laptop loe segera,” Deni.
“Gak perlu lah, entar aja. Gue kan cari dulu flashdisk-nya
siapa tahu aja ketinggalan di ...”
“Di mana??” tanya temennya barengan.
“Tau tuh.. huu.”
“Eh gue heran, dari tadi rasanya ada yang beda saja
dengan muka loe, lebih berseri, senyum-senyum terus kaya
kesambet saja,” ucap Zaky yang sedari tadi memperhatikan
Rama sambil terus asyik dengan musik dan mulai lepaskan
sebelah earphone-nya.
“Iya nih kalo punya kabungah teh bagi-bagi kadieu atuh
euy,” sindir Ahmad, gaya sundanya muncul.
“Tadi juga mau gue ceritain, bahwa ada hal yang bikin
gue seneng hari ini, eh.. keburu kepotong oleh pertanyaan
loe-loe pade!!” ujar Rama.
“Gue lanjutin cerita yang tadi nih.. sampai mana tadi,
hehee.. Ohh.. karena kaki si adik itu berdarah.. gue ajakin tu
si adik buat ke rumah sakit, ehh malah gak mau, ia minta
dianterin ke rumahnya saja. Pas di depan rumah, nah ini seru
nih, jangan sampe ketinggalan. Pas di depan rumah, gue tu
ketuk pintu, pencet bel, muncullah sesosok..” sambungnya.
“Hantu..” temennya nyela.
“Ehh.. bukan. Muncullah sesosok wanita yang beuh
beauty banged dah, pesonanya tiada tara.”
“Hahaa.. haha..” Temen-temennya pada tertawa
dengerinnya.
“Loe juga pasti kan terpesona dah. Rasanya gue jatuh
cinta lagi nih.”
10
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Huu.. huuu.. jatuh cinta berjuta rasanya..” ledek
temennya.
“Katanya loe gak bakalan jatuh cinta dulu sama yang
namanya mahluk manis, sampe loe kelar kuliah?!” kata Zaky.
“Iya.. mau fokus kuliah dulu kan?” tambah Refly.
“Tapi ini laen, ia bikin gue semangat,” jawab Rama.
“Namanya siapa cuy?” tanya Ahmad.
“Aisycha Citra Ramadhan, namanya.”
“Weiss.. lengkap benerr..” ucap teman-temannya.
“... Dirinya masih ku ingat hingga kini dan kayaknya gue
ada tuh di matanya begitu pun dengan dirinya, rasanya masih
ada nih di mata gue..” ucap Rama bikin geli dengernya.
“Halahh.. gaya loe kayak pujangga kesohor aja, hahaaa..”
ucap Deni.
“Hahaahaaa..” tertawalah semuanya.
“Mmm.. sebenarnya kita-kita diajak ke rumah loe suruh
kumpul mau ngapain? Masa dari tadi dengerin curhat mulu,
sekalian aja tambah gosip biar serru..!!” kata Ahmad.
“Wkkwkkkwk..kk..” semua tertawa geli.
“Kayak tante-tante arisan aja nge-gosip. Hahaa,” ucap
Refly. “Masuk aja dulu yuk!” Rama mengajak semuanya masuk.
“Yuk.. yuu..” Mereka mulai beranjak masuk.
“Sebenarnya gue mau berbagi masalah sama loe
semuanya, soalnya gak asik kalo gak dibagi. Hhee..”
“Yah, masalah dibagi-bagi.. kesenengan kek!”
“Hmeeh..!!”
“Ada masalah apa, uy?” kata Zaky.
“Biasa... Obrak-abrik komputer lagee..” Rama.
“Oh.. Kalo yang gitu mah, let’s go... atuh..!”
“Okey..!”
“Nah ini baru seruu..!”
Mulailah mereka dan juga Rama membedah komputer.
“Bongkar-bongkaar..”
“Software apa hardware-nya nih yang bermasalah?”
tanya Refly.
11
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Waah.. ini mah hardware,” jawab Ahmad.
Rama menghampiri.
“Ehh.. BTW-BTW, curhat yang tadi kayaknya bersambung
nih, belum tuntas.. tas.. tass.. uy,” ucap Zaky.
“Iya tuh kayaknya..” Deni.
“Ya kan cuy? Hhe..” ucap Deni lagi.
“Halaahh.. versi lengkapnya entar gue ceritain,” jawab
Rama sambil tersenyum.
Setengah jam kemudian.
“PSU-nya kena yaa?” tanya Rama.
“Iya nih, ganti ajah,” jawab Ahmad.
“Kalo gitu, gue pergi dulu beli PSU-nya. Ada yang mau
ngikut?” ajak Rama.
“Gue ikut lah, siapa tau aja ntar ketemu mahluk manis.
Hehee..” ucap Refly.
“Hahaa.. Dasssarrr..!!” kata teman lainnya.
“Yuk cabutt..!!”
-¤¤¤-
Di sore hari, di rumah yang baru beberapa hari di
tempati. Aisycha duduk manis dihadapan monitor,
memandangnya tajam yang sesekali mengedipkan mata. Ia
mulai mengerjakan tugas sekolahnya. Dan ia tak hanya
sekedar mengetik tugas saja, namun juga curahan hatinya
tentang seorang pemuda yang barusan dikenalnya tadi
[tentang cinta kayaknya] yang lalu ia simpan dalam format
dokumen RTF [Rich Text Format].
Sudah satu setengah jam lebih berlalu. Adzan Maghrib
berkumandang, ia sudahi dulu pekerjaannya dan segera tuk
berwudhu.
Seusai makan malam, Aldy bertanya kepada kakaknya.
“Kak ini punya siapa? Punya kakak?” begitu tanyanya.
12
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Iya.. Tapii.. Eh, kayaknya bukan deh, punya kakak kan
ada, nih.”
“Mmm.. jangan-jangan ini milik kakak yang tadi itu lagi.
Pasti deh, Kak.”
“Kamu tau dek, kakak yang tadi tinggal di mana?”
“Kak Rama?”
“Iyah kak Rama, alias Kak Zik. Siapa lagi coba kalo bukan
dia.”
“Nggak tau tu Kak,” jawab Aldy sambil menggelengkan
kepala.
“... Belum sempat tanya yaa, heu..”
“Kak, siapa tau aja ada di sini alamatnya,” usul si adik
menunjuk flashdisk itu.
“Mmmh, tapi itu kan nggak boleh. Kemana nih harus
diberikann, mana udah malem lagih,” keluh Aisycha dengan
nada geram.
“Buka aja, Kak,” bujuk Aldy.
“... Iya deeh..!” Aisycha luluh juga.
“Aduh maaf nie aku lihat-lihat isi flashdisk-nya,” kata
Aisycha sambil menghubungkan flashdisk itu ke port USB.
“Dik, kamu yang cari datanya yah. Kakak ke dapur beresberes
dulu!” Maklumlah tak ada pembantu untuk
membereskan usai makan malam.
“Iya, beres Kak, tenang aja,” ucap si adik.
Si adik Aldy langsung saja membuka satu demi satu file
yang ada di flashdisk tersebut untuk mencari data alamat
kakak yang ke rumah tadi. Eh, si adik malah tertarik membaca
sebuah cerita yang ada di flashdisk tersebut.
“Itu si Adik kenapa tumben-tumbenan maen komputer
terus, lagi maen game, Aldy? Ayo tidur!” ucap ayahnya.
“Nggak ayah, gak maen game kok. Nanti dulu, Yah..”
jawab Aldy yang keasyikan membaca.
13
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Cepetan tidur, biasanya juga kan jam segini udah tidur!”
ucap Aisycha menambahkan ucapan ayahnya seusai beresberes.
“Bentar lagi Kak, lagi asyik nih baca ceritanya!”
“Cerita apaan, Dik?” tanya Aisycha.
“Sejenis cerita tidak pendek, tapi gak tau nih Kak.
Ceritanya juga gak ada judulnya.”
“Emm.. Besok nggak sekolah?” tanya ayahnya lagi.
“Kan libur. Ada rapat khusus gitu, jadinya diliburkan deh,”
jawabnya.
“Beneraann???” tanya Aisycha.
“Ealaah..” jawab si adik, enak bener ngucapinnya.
Aldy terus saja memelototi monitor. Tangannya mondarmandir
menggerakkan tetikus [baca: mouse] sekian lama.
-¤¤-¤¤-
Pingin tau apa isi cerita yang dibaca Aldy?
Penasarankah?!
Tunggu kelanjutannya
Suatu saat di ruang tamu ada dua orang anak manusia,
seorang lelaki dan wanita, yang satu berperan sebagai adik
dan satu lagi sebagai kakak.
Ketika itu kakak dari adiknya, sedang duduk di kursi
bertemankan laptop berlayar mini [alias Netbook]. Ia meminta
adiknya untuk mengambilkan sebuah buku.
“Dik, tolong ambilkan buku Apa Yaa!” ujar kakaknya itu.
Adiknya yang lagi menyender di dekat lemari buku pun
menjawab.
“Iya Kak, buku apa Kak?” seraya bertanya balik.
“Buku Apa Yaa!!”
“Buku apaa??”
“Apa Yaa!!”
“Yaa apa Kak, apa??!” sedikit geram.
“Apa Yaa!!”
“Jiah, apa judulnya Kak??”
“Buku yang judulnya itu ‘Apa Yaa?!’, ada nggak?”
“Yaaelahh... judulnya Apa Yaa, bentar Kak..”
Si Adik menghampiri kakaknya seraya berkata.
“Inih Kak bukunya. Judul buku kok Apa Yaa, anehh.. bikin
bingung aja ihh..”
“Kamu ini ada da ajah, makasih adikku..”
“Iyaa Kak..”
Ia lantas membukanya, menuju halaman pertama lalu
mulai membacanya.
-¤¤-¤¤-
Beginilah isi dari buku yang dibacanya..
Silakan baca saja, semoga berguna yaa..!!
1
dzyemtri.muharram@gmail.com
-¤¤-¤¤-
Ini malam hari, malam yang sunyi terbalut sepi, awan
pun menghitam, hujan tak kunjung mereda. Pantas sajalah
semua orang tertidur pulas dengan mimpinya sendiri-sendiri
di atas kasur empuk dan pelukan selimut lembut. Tetapi tidak
untuk pemuda ini. Dia hanya terdiam, mata tak terpejam
walau kantuk sesekali menghampiri. Terdiam, melamun,
merenung, memikirkan dan mengharapkan, itulah yang ia
lakukan di malam sunyi.
Dengan tembok sebagai sandarannya, ia membisu
sejenak, lantas menulis di secarik kertas, “Cukupkah bertaubat
hanya dengan berucap istighfar, Astaghfirullah.. Sedang jiwa
raga tak kuasa terus melakukan dosa yang sama..?!”
“...”
Kemudian ucapan keluar.
“... Ku hanya ingin bertobat... Bertobaat...!!”
Ucapan itu memecah kesunyian kamar dimana yang
lainnya tertidur pulas.
“Ya Allah, apa yang mesti kuperbuat, diriku memang
kerap tersesat, banyak lakukan maksiat, juga sering
tinggalkan shalat, namun malangnya diriku tak pandai tuk
bertaubat. Ya Allah, kumemohon padaMu ampuni dosaku.
Engkau Maha Penerima Taubat, ... terimalah taubatku,”
lirihnya.
Air mata meluncur tak terasa menghujani sebuah buku.
Ia usap air mata yang membasahi pipi, juga yang menetesi
buku yang digenggamnya. Buku yang hendak kan ia berikan
pada keponakannya itu menjadi saksi bisu suasana hatinya
saat itu.
“Mungkin buku ini akan cocok untukmu, anak cilik,” kata
hatinya sambil terus mengelus-elus cover buku yang berjudul
‘Belajar Mencintai Rasulullah’ yang dipegangnya itu.
2
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Gue, aku, saya, diriku.. haruslah berubah jadi orang
yang lebih baik, ku kan coba gunakan sisa hidup ini. Ku tak
ingin terus dibelenggu nafsu-nafsu tak menentu waktu.
Keponakanku tak boleh sepertiku, meniru kejelekanku, atau
siapa pun itu tak boleh seperti diriku.” Hatinya terus berkata
tanpa jeda dan berharap tanpa henti.
Tiba-tiba saja ia tuliskan sebuah kata ‘mimpi’, sambil
melihat teman-temannya yang sedang tertidur. Ia tuliskan
kembali sederet kalimat “Ketika kita dilahirkan dan kita pun
bermimpi, lalu terbangun dari mimpi itu. Apakah hidup kita kan
lebih baik dari mimpi?!” Kemudian ia goreskan sebuah garis
melengkung yang diakhirinya dengan sebuah titik tepat di
bawah garis itu, hingga membentuk sebuah tanda tanya
besar. Walau ia tak ingin cepat-cepat tidur, namun rasanya
kantuk yang datang menghampiri tak tertahankan lagi. Jam
dinding kamar sudah menunjukkan pukul 2 pagi lebih. Ia pun
terlelap tidur bersama harapannya dengan buku tetap
digenggam dipelukannya, buku yang hendak kan ia berikan
pada keponakannya itu. Dan mimpi pun hadir temani tidur
lelapnya, sama seperti manusia lainnya.
-¤¤-¤¤-
Mimpi apa dia ?? Taukah kamu?!
Kalau nggak tau, yuk kita masuki saja awan mimpinya.
Kalo ditulis kira-kira begini ceritanya ...
Let’s read..!!!
-¤¤-¤¤-
Tak.. tik.. tik.. tek.. tek tek tek tek tek tekkekeekkkk..
Bunyi tuts keyboard terdengar jelas dihentakkkan seorang
mahasiswa perguruan tinggi jakarta, di siang yang panas.
3
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Kok masih gak bener-bener sih?!,” katanya sambil
menggaruk-garuk kepala, memandangi PC rakitan yang sering
ia utak-atik sana sini.
Tak ada gelak tawa sang adik lagi di rumah itu, orang
tuanya di luar kota bersama si adik, jadi pantas sajalah bunyi
keyboard terdengar jelas memantul dari dinding ke dinding.
Sunyi sepi bagai tak berpenghuni, orang tua pergi tak
ada di rumah lagi [ngurusin bisnisss katanya]. Tapi untunglah
ada Mang Dadang dan Mpo Aminah yang dimintai tolong oleh
orang tuanya tuk tinggal menemaninya. Sejak sebulan yang
lalu.
“Mang kalo ada teman yang ke sini cari saya, bilangin aja
pergi ke warnet sebentar, tunggu aja suruh masuk,” pesannya
pada Mang Dadang yang sudah seperti keluarga.
“Iyaa.. nanti mang sampaikan. Tidak pakai motor
perginya?” kata Mang Dadang yang sedang membenahi
halaman.
“Nggak ah, deket kok.. Kalo gitu saya pergi dulu.
Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh..”
jawab si Mang.
Saking tergesa-gesanya, ia sampai lupa kencangkan tali
sepatu. Ia pun duduk berjongkok kembali.
“Kenapa Den Rama?” tanya Mang Dadang.
“Akh gak apa-apa,” jawabnya.
Tali sepatu telah terikat kencang temani langkah kakinya.
Dengan tas di pundaknya ia pun pergi ke warnet yang
lumayan tak sebegitu jauh dari rumahnya.
Ia berjalan dengan sedikit berlari [ingin cepat sampai
kayaknya]. Tanpa disadari, ia pun menubruk anak SD yang
baru pulang sekolah. Kaki anak itu membentur batu dan kerikil
tajam yang berserakan, lukalah kakinya.
“Duh.. maaf dek, ga apa-apa?? Wah berdarah.., ke
rumah sakit ya?” tanyanya dengan hati yang agak kaget
bercampur panik.
“Nggak apa-apa kok, kak. Cuman luka dikit,” ucap si adik.
4
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Siapa nama adik?”
“Aldy,” jawab siswa Sekolah Dasar itu singkat.
“Dik Aldy beneran gak mau ke rumah sakit? Kan berdarah
tuh.”
“Gak ahh. Kak bisa antar ke rumah saja..?” pinta si adik
yang enggan dibawa ke rumah sakit.
“Rumahnya di mana?” tanya Rama.
“Deket kok dari sini,” jawab salah seorang teman si adik.
Aldy terus saja meniup lukanya itu, yang mulai terasa
perih.
Ia urungkan niat buat ke warnet, ada sesuatu yang harus
ia lakukan sekarang, mengantar Aldy ke rumahnya. Tak lama,
ia pun nyampe juga di depan pintu rumah Aldy.
“Oh di sini rumahnya ya? Ini tu deket dari rumah kakak
dong,” ucap Rama sedikit menghiburnya.
Bel dibunyikan, tett.. teet.. teettt..
“Assalamu’alaikum.” Saat itu juga terbukalah pintu itu
dibukakan oleh seorang wanita yang heuuh.. cute abiz dah,
begitu indah dipandang. Sepertinya ia terpesona melihatnya.
“Kakak..” ucap si adik menyapa kakak perempuannya
yang satu-satunya.
“Mmm, ternyata itu kakaknya yaa..” gumam hati Rama.
“Ada apa yaa?!” tanya Aisycha, nama wanita itu.
“Oh.. ini adik ini tadi terjatuh karena saya. Maaf,” jawab
Rama.
“Bukan salah kakak juga kok, adik juga lari-lari nggak
liat-liat,” Aldy membela kak Rama, takut kakaknya marah.
“Kak masuk dulu,” ajak Aldy.
“Iya mari masuk dulu,” tambah Aisycha.
Dipersilakanlah duduk dan disuguhi munuman.
Sambil membersihkan luka kaki adiknya, Aisycha
memperkenalkan diri.
“Mm.. kenalkan, aku Aisycha, kakaknya Aldy.”
“Aku Rama,” jawabnya singkat, bingung mau ngomong
apa.
5
dzyemtri.muharram@gmail.com
“... Kamu baru di sini yaa?”
“Iyaa, pindahan dari Bandung, baru kemarin lusa tinggal
di sini.”
“Ohh.. pantesan nggak pernah lihat kamu sebelumnya di
komplek ini,” ucap Rama mencoba tuk akrab.
Aisycha membersihkan luka adiknya sambil ngobrol sanasini
dengan Rama.
“Nama lengkapnya apa?” tanya Aisycha.
“Hmm.. Zikr Ramadhan.”
“Enaknya dipanggil apa yaa?”
“Terserah kamu aja mau panggil apa.”
“Kalo dipanggil Zik, gimana?”
Ia, Rama teringat akan orang tua dan adik-adiknya yang
selalu memanggilnya Zik.
“Iyah.. gak apa-pa,” jawab Rama sambil tersenyum.
“Mmm.. ternyata ada satu lagi yang panggil aku dengan
Zik.” Rama kangen juga dengan nama panggilan itu.
“Kalo kamu?!” tanya Rama.
“Aku, Aisycha Citra Ramadhan. Nama belakangnya sama
tuh.”
“Lahirnya bulan Ramadhan juga?” tanya Rama.
“Ah nggak, itu dari nama ayahku, Muhammad Hijri
Ramadhan.”
“Ooo.. kirain..” Rama mengangguk-anggukkan kepalanya
tanda mengerti.
Tiba-tiba saja, “Kak.. Kakak.. Udah kak, udah bersih
lukanya,” kata Aldy.
“Ehh.. udah yaa.” Aisycha yang keasyikan ngobrol baru
menyadarinya.
“Sakit dek?” tanya Rama.
“Nggak dong kan aku jagoan,” jawab si adik yang
langsung pergi bermain game di komputer.
“Dia mah bandell,” celoteh Aisycha.
“Namanya juga anak-anak,” tambah Rama.
“Diminum airnya dong..!”
“Makasih..”
6
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Seger nih siang-siang minum,” ucap Rama yang
memang dari tadi kehausan namun jaim-jaim dikit.
Gelas disimpan kembali di atas meja, Rama mulai lagi
bicara.
“... Tadi, si adik tu mau aku bawa ke rumah sakit, eh gak
mau, malah minta dianterin ke rumah saja.”
“Ke rumah sakit?! Dia mah takut banget kalo diajakin ke
sana.”
“Mungkin takut jarum suntik yaa?”
Aisycha hanya tersenyum mengangguk mengiyakan.
“Ee iya, mau tanya. Sekolahnya di mana?” tanya Aisycha.
“Aku udah kuliah, di Universitas tak terlalu jauh kok dari
sini. Ambil jurusan teknik komputer. Baru semester tiga.”
“Kuliahan yaa.. kalo aku mah di SMA itu tuh yang deket
jalan ke mal. Baru kemarin masuknya juga.”
“... Sekolah itu, aku dulu SMA-nya di sana juga lho.
Sekarang kelas berapa, Cha?”
“Kelas XII, Kak.” Aisycha mulai memanggilnya dengan
tambahan Kak.
Tiba-tiba saja obrolan mereka terganggu oleh dering
ponsel Rama. Ternyata ada SMS masuk.
“Mmm..”
“Yaa..” ucap Aisycha.
“... Aku mesti cabut dulu ni, anak pada nungguin.”
“Anak?!” Aisycha heran. Ia pun bertanya kembali.
“Kakak udah nikah?”
“Ough.. nggak, maksudnya temen-temen,” dengan nada
sedikit malu dikatain udah nikah. Hadduuhhh.
“Mmmh gitu..”
“Ya udah, aku pamit dulu. Cepet baikan aja ya Dik..!”
Sambil mengelus-elus rambut Aldy yang asyik bermain game.
“Yaa, Kak Rama..”
Diantralah Rama sampai ke teras depan.
“Kak sering-sering maen ke sini yaa..!” kata si adik Aldy.
7
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Yaa Insya Allah. Yuk Assalamu’alaikum,” ucap Rama
yang terus melangkahkan kaki menuju keluar gerbang pagar
rumah Aisycha.
“Wa’alaikumsalam,” jawab kakak adik itu.
-¤¤¤-
“Yeah, udah pukul 13.45 lagi. Mana bisa ke warnet,
Shalat Dzuhur belum, temen-temen pada nungguin lagi,
mendingan ke mesjid dulu lahh,” gumam hati Rama. Tak
membuang waktu lama, ia langsung saja menuju mushola
yang tak jauh dari rumah Aisycha.
Sesampai di tempat wudhu, Rama bertemu dengan
seseorang, seumuran sama ayahnya gitu. Yang hendak
berwudhu sama dengan dirinya.
“Pak Dzuhur-nya bareng ya,” sapa Rama.
“Iyaa,” jawab Bapak itu sebelum berwudhu.
Sholatlah mereka berjamaah.
Seusai sholat, berdo’a dan keluar dari mushola, bapak itu
mencoba untuk berkenalan dengan Rama.
“Kalau boleh tau siapa nama Anda siapa yaa?” tanyanya.
“Oh, saya Rama, Om. Kalo Om?” jawab Rama yang
langsung menanya balik.
“Kalau Om biasa dipanggil Iji. Panggil aja Iji.”
“... Om Iji.”
Perbincangan singkat mereka terhenti seiring yang satu
hendak pergi kerja, yang satu lagi pergi karena ditungguin
teman-temannya.
-¤¤¤-
Kini, Rama sampai juga di depan rumahnya. Ia disambut
teman-temannya yang sedari tadi menunggunya.
“Tuh.. dia datang juga akhirnya!!” sahut Ahmad.
8
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Kemana aja Loe, kok lama banget. Katanya cuma
bentar..!!” celoteh Refly.
“Iyah..” tambah Zaky yang lagi dengerin musik di ipod
kesayangannya.
Rama hanya tersenyum menaggapi pertanyaan temantemannya,
seraya menanyakan temannya satu lagi.
“Satu lagi kemana neh? Gak keliatan..”
“Ituu.. Ttuuuhh..!” Refly menunjuk tepat menuju teman
satunya yang tampak asyik memotong rumput, iseng bantuin
Mang Dadang, juga tanya-tanya tentang tanaman dan
perawatannya juga.
“Woy.. gi ngapaeen Loe?!” Rusak taneman gue!” teriak
Rama penuh canda tawa.
“Eeh ngapain aja Loe, gue tunggu dari tadi, ampe gue
bela-belain jadi asisten Mang Dadang segala,” kata Deni
sambil melangkah menuju Rama dan teman lainnya.
“Napa sih lama benerr?” tambah Deni lagi.
“Jadi gini, gue kan ceritanya tu mau upload file ke warnet
sana. Ehh.. di perjalanan gue tak sengaja nubruk anak SD
yang baru pulang sekolah, kakinya berdarah man.. Yaa gue
gak bisa gitu aja ninggalin tu anak, ya kan?”
“Iyaa..” jawab temannya serempak, seuriuzz banget
dengerin Rama.
“Karena itu, gak jadi deh ke warnetnya.. teruss..”
Pembicaraannya terpotong.
“Kenapa gak di rumah aja brur,” kata Ahmad.
“Di rumah bosen, lagian komputer gue kan bermasalah.”
“Napa gak pake laptop, loe kan punya?” ucap Deni.
“Kan loe pinjem buat bikin tugas kuliah. Gimana seey..”
“Ohh Iyaa, di kosan gue, belom gue balikin yaa, hehee..”
ucap Deni lagi.
“Eh, bentar.. flashdisk gue mana yaa?! Yah gak ada.”
Rama melihat-lihat tasnya dan meraba-raba kantung
celananya, siapa tahu aja ada.
“Waduh, jangan-jangan jatuh lagi. Waahh.. parah nih
kalo gini..” tambahnya lagi.
9
dzyemtri.muharram@gmail.com
“File backup-an nya ada di komputer loe juga kan?” tanya
Refly jadi ikutan bingung.
“Oh.. di laptop gue ada..”
“Syukurlah.. Kalo masih ada mah,” kata Ahmad.
“Tapi lom final kalo yang itu,” ucap Rama kembali.
“Loe perlu upload file-nya sekarang? Biar gue ambil
laptop loe segera,” Deni.
“Gak perlu lah, entar aja. Gue kan cari dulu flashdisk-nya
siapa tahu aja ketinggalan di ...”
“Di mana??” tanya temennya barengan.
“Tau tuh.. huu.”
“Eh gue heran, dari tadi rasanya ada yang beda saja
dengan muka loe, lebih berseri, senyum-senyum terus kaya
kesambet saja,” ucap Zaky yang sedari tadi memperhatikan
Rama sambil terus asyik dengan musik dan mulai lepaskan
sebelah earphone-nya.
“Iya nih kalo punya kabungah teh bagi-bagi kadieu atuh
euy,” sindir Ahmad, gaya sundanya muncul.
“Tadi juga mau gue ceritain, bahwa ada hal yang bikin
gue seneng hari ini, eh.. keburu kepotong oleh pertanyaan
loe-loe pade!!” ujar Rama.
“Gue lanjutin cerita yang tadi nih.. sampai mana tadi,
hehee.. Ohh.. karena kaki si adik itu berdarah.. gue ajakin tu
si adik buat ke rumah sakit, ehh malah gak mau, ia minta
dianterin ke rumahnya saja. Pas di depan rumah, nah ini seru
nih, jangan sampe ketinggalan. Pas di depan rumah, gue tu
ketuk pintu, pencet bel, muncullah sesosok..” sambungnya.
“Hantu..” temennya nyela.
“Ehh.. bukan. Muncullah sesosok wanita yang beuh
beauty banged dah, pesonanya tiada tara.”
“Hahaa.. haha..” Temen-temennya pada tertawa
dengerinnya.
“Loe juga pasti kan terpesona dah. Rasanya gue jatuh
cinta lagi nih.”
10
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Huu.. huuu.. jatuh cinta berjuta rasanya..” ledek
temennya.
“Katanya loe gak bakalan jatuh cinta dulu sama yang
namanya mahluk manis, sampe loe kelar kuliah?!” kata Zaky.
“Iya.. mau fokus kuliah dulu kan?” tambah Refly.
“Tapi ini laen, ia bikin gue semangat,” jawab Rama.
“Namanya siapa cuy?” tanya Ahmad.
“Aisycha Citra Ramadhan, namanya.”
“Weiss.. lengkap benerr..” ucap teman-temannya.
“... Dirinya masih ku ingat hingga kini dan kayaknya gue
ada tuh di matanya begitu pun dengan dirinya, rasanya masih
ada nih di mata gue..” ucap Rama bikin geli dengernya.
“Halahh.. gaya loe kayak pujangga kesohor aja, hahaaa..”
ucap Deni.
“Hahaahaaa..” tertawalah semuanya.
“Mmm.. sebenarnya kita-kita diajak ke rumah loe suruh
kumpul mau ngapain? Masa dari tadi dengerin curhat mulu,
sekalian aja tambah gosip biar serru..!!” kata Ahmad.
“Wkkwkkkwk..kk..” semua tertawa geli.
“Kayak tante-tante arisan aja nge-gosip. Hahaa,” ucap
Refly. “Masuk aja dulu yuk!” Rama mengajak semuanya masuk.
“Yuk.. yuu..” Mereka mulai beranjak masuk.
“Sebenarnya gue mau berbagi masalah sama loe
semuanya, soalnya gak asik kalo gak dibagi. Hhee..”
“Yah, masalah dibagi-bagi.. kesenengan kek!”
“Hmeeh..!!”
“Ada masalah apa, uy?” kata Zaky.
“Biasa... Obrak-abrik komputer lagee..” Rama.
“Oh.. Kalo yang gitu mah, let’s go... atuh..!”
“Okey..!”
“Nah ini baru seruu..!”
Mulailah mereka dan juga Rama membedah komputer.
“Bongkar-bongkaar..”
“Software apa hardware-nya nih yang bermasalah?”
tanya Refly.
11
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Waah.. ini mah hardware,” jawab Ahmad.
Rama menghampiri.
“Ehh.. BTW-BTW, curhat yang tadi kayaknya bersambung
nih, belum tuntas.. tas.. tass.. uy,” ucap Zaky.
“Iya tuh kayaknya..” Deni.
“Ya kan cuy? Hhe..” ucap Deni lagi.
“Halaahh.. versi lengkapnya entar gue ceritain,” jawab
Rama sambil tersenyum.
Setengah jam kemudian.
“PSU-nya kena yaa?” tanya Rama.
“Iya nih, ganti ajah,” jawab Ahmad.
“Kalo gitu, gue pergi dulu beli PSU-nya. Ada yang mau
ngikut?” ajak Rama.
“Gue ikut lah, siapa tau aja ntar ketemu mahluk manis.
Hehee..” ucap Refly.
“Hahaa.. Dasssarrr..!!” kata teman lainnya.
“Yuk cabutt..!!”
-¤¤¤-
Di sore hari, di rumah yang baru beberapa hari di
tempati. Aisycha duduk manis dihadapan monitor,
memandangnya tajam yang sesekali mengedipkan mata. Ia
mulai mengerjakan tugas sekolahnya. Dan ia tak hanya
sekedar mengetik tugas saja, namun juga curahan hatinya
tentang seorang pemuda yang barusan dikenalnya tadi
[tentang cinta kayaknya] yang lalu ia simpan dalam format
dokumen RTF [Rich Text Format].
Sudah satu setengah jam lebih berlalu. Adzan Maghrib
berkumandang, ia sudahi dulu pekerjaannya dan segera tuk
berwudhu.
Seusai makan malam, Aldy bertanya kepada kakaknya.
“Kak ini punya siapa? Punya kakak?” begitu tanyanya.
12
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Iya.. Tapii.. Eh, kayaknya bukan deh, punya kakak kan
ada, nih.”
“Mmm.. jangan-jangan ini milik kakak yang tadi itu lagi.
Pasti deh, Kak.”
“Kamu tau dek, kakak yang tadi tinggal di mana?”
“Kak Rama?”
“Iyah kak Rama, alias Kak Zik. Siapa lagi coba kalo bukan
dia.”
“Nggak tau tu Kak,” jawab Aldy sambil menggelengkan
kepala.
“... Belum sempat tanya yaa, heu..”
“Kak, siapa tau aja ada di sini alamatnya,” usul si adik
menunjuk flashdisk itu.
“Mmmh, tapi itu kan nggak boleh. Kemana nih harus
diberikann, mana udah malem lagih,” keluh Aisycha dengan
nada geram.
“Buka aja, Kak,” bujuk Aldy.
“... Iya deeh..!” Aisycha luluh juga.
“Aduh maaf nie aku lihat-lihat isi flashdisk-nya,” kata
Aisycha sambil menghubungkan flashdisk itu ke port USB.
“Dik, kamu yang cari datanya yah. Kakak ke dapur beresberes
dulu!” Maklumlah tak ada pembantu untuk
membereskan usai makan malam.
“Iya, beres Kak, tenang aja,” ucap si adik.
Si adik Aldy langsung saja membuka satu demi satu file
yang ada di flashdisk tersebut untuk mencari data alamat
kakak yang ke rumah tadi. Eh, si adik malah tertarik membaca
sebuah cerita yang ada di flashdisk tersebut.
“Itu si Adik kenapa tumben-tumbenan maen komputer
terus, lagi maen game, Aldy? Ayo tidur!” ucap ayahnya.
“Nggak ayah, gak maen game kok. Nanti dulu, Yah..”
jawab Aldy yang keasyikan membaca.
13
dzyemtri.muharram@gmail.com
“Cepetan tidur, biasanya juga kan jam segini udah tidur!”
ucap Aisycha menambahkan ucapan ayahnya seusai beresberes.
“Bentar lagi Kak, lagi asyik nih baca ceritanya!”
“Cerita apaan, Dik?” tanya Aisycha.
“Sejenis cerita tidak pendek, tapi gak tau nih Kak.
Ceritanya juga gak ada judulnya.”
“Emm.. Besok nggak sekolah?” tanya ayahnya lagi.
“Kan libur. Ada rapat khusus gitu, jadinya diliburkan deh,”
jawabnya.
“Beneraann???” tanya Aisycha.
“Ealaah..” jawab si adik, enak bener ngucapinnya.
Aldy terus saja memelototi monitor. Tangannya mondarmandir
menggerakkan tetikus [baca: mouse] sekian lama.
-¤¤-¤¤-
Pingin tau apa isi cerita yang dibaca Aldy?
Penasarankah?!
Tunggu kelanjutannya
Langganan:
Postingan (Atom)